Selasa, Desember 25, 2012

Dasar-dasar Akuntansi (Akun, Rekening, Perkiraan)

 

Sebelum mempelajari lebih dalam, pertama-tama sobat harus mengetahui bahwa begitu banyak istilah yang harus di pahami sebagai dasar untuk mempelajari akuntansi, yaa, tentunya sebagai dasar akan memjadi pondasi bagi sobat-sobat untuk kedepannya. dan tentunya pondasi itu hrus kuat sob .. !
tpii tenang ajaa,,, di sini saya coba jelasin yang bisa lebih mudah dipahamin (insya allah)
#hhehe.. ceramah dikit yaaa ,,,
okee ... sekarang sya akan mulai penjelasannya ...

Akun / Rekening / Perkiraan

akun / rekening / perkiraan memiliki makna yang sama, ketiga hal tersebut merupakan daftar yang digunakan untuk menulis perubahan aktiva (harta), kewajiban (utang), modal (ekuitas), serta pendapatan (income) dan beban
perubahan-perubahan yang di catat itulah yang menjadi AKUN ..


di bawah ini pengelompokkan akun-akun itu ..
1. Akun Rill terdiri adalah akun yang pada akhir periode di laporkan dalam laporan neraca, akun rill bersifat tetap. akun rill terdiri dari akun Neraca (harta), Kewajiban (utang), serta Ekuitas (modal)
2. Akun Nominal adalah akun yang pada akhir periode dilaporkan dalam laporan laba / rugi, akun ini bersifat sementara. terdiri dari akun pendapatan dan beban

penjelasan lebih rinci tentang akun-akun tersebut sebagai berikut
1. Akun Rill
    - Aktiva (harta) terdiri dari aktiva lancar, aktiva tetap, aktiva jangka panjang, aktiva tak berwujud,   dan aktiva lain-lain
    - Utang (kewajiban) terdiri dari utang jangka pendek, utang jangka panjang, utang lain-lain
    - Modal terdiri dari modal dan prive

selanjutnya akun-akun tersebut akan di catat dengan menggunakan istilah-istilah di bawah ini
  • Aktiva lancar (kas, piutang usaha, perlengkapan, persediaan barang dagangan, sewa di bayar di muka, pendapatan yang masih harus di terima dsb)
  • Aktiva tetap (peralatan, akumulasi penyusutan peralatan, kendaraan, akumulasi penyusutan kendaraan)
  • Aktiva tak berwujud (saham, goodwill)

  • Utang jangka pendek (utang usaha, pinjaman bank)
  • Utang jangka panjang (obligasi)
  • Utang lain-lain

2. Akun nominal
    - Pendapatan terdiri dari pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha
    - Beban terdiri dari beban usaha dan beban di luar usaha
   selanjutnya akun-akun di atas akan di catat dengan menggunakan istilah-istilah berikut
  • Pendapatan usaha (pendapatan sewa, pendapatan service)
  • Pendapatan di luar usaha (pendapatan bunga)
  • Beban usaha (beban peralatan, beban perlengkapan, beban sewa, beban angkut, beban telpon, beban air dan listrik dsb)
  • Beban di luar usaha (beban kerugian piutang, dsb)

Setiap akun tersebut memiliki tempat tersendiri dalam mencatatnya, oleh karena itu agar terjadi keseimbangan kita harus mengetahui posisi setiap akun. apakah di sisi Debet atau Kredit ?. hal tersebut mungkin sulit di pahami tanpa ada trik khusus. maka saya akan bagikan pada sobat-sobat cara yang lebih mudah menghafalkan posisi mereka.

Akun yang terletak di posisi Kredit saat bertambah

teman-teman cukup menghafal kata PUMA, tak sulitkan sobat...
Nah, PUMA itu  singkatan dari Pendapatan, Utang, Modal, dan Akumulasi penyusutan. hanya akun-akun tersebut yang di catat pada sisi kredit apabila bertambah dan akan di catat pada sisi debet saat berkurang.

sedangkan akun lainnya yang tidak saya sebutkan apabila bertambah akan di catat pada sisi Debet, dan di catat pada sisi kredit apabila berkurang.. It's so simple .. !

intinya sisi debet dan kredit harus seimbang, jika tidak berarti ada kesalahan pada saat pencatatan.

okee ... skian dulu sob, smoga bermanfaat.

:)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar